Monday, 22 October 2012

Dia Kekasih Allah

Assalamualaikum


Terdapat sebuah kisah tentang cinta sebenar benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan rasulNya.Pagi itu,walaupun langit telah mulai menguning,burung burung gurun enggan mengepakkan sayap.ketika itulah Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah.Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabat sahabatnya satu persatu.Abu Bakar menatap baginda dengan mata berkaca kaca.Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Uthman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepala dalam dalam.Isyarat itu telah datang dan saat itu sudah tiba.


Manusia tercinta itu hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia.Tanda tanda itu semakin kuat tatkala Ali memimpin Rasulullah yang lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.Disaat itu,kalau mampu,semua sahabat sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik detik berlalu.Matahari kian tinggi,tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup.Sedang di dalamnya Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.Tiba tiba dari luar pintu terdengar seorang yang memberi salam dan ingin memasuki rumah Rasulullah.Fatimah,anak kesayangan Rasulullah tidak mengizinkannya untuk masuk ke dalam rumah.Kemudian dia kembali menemani ayah.


Pada saat itu Rasulullah bertanya kepada Fatimah siapa yang memberi salam sebentar.Fatimah sendiri tidak mengenali lelaki itu dan orang sepertinya baru pertama kali Fatimah melihatnya.Lalu Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.Seolah olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah anakku,dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara,dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.Dialah malaikat maut"
Fatimah menahan ledakan air matanya.


Detik detik semakin dekat,saat Izrail melakukan tugasnya.Perlahan roh Rasulullah di tarik.Nampak seluruh wajah Rasulullah bersimbah peluh.
"Jibril,betapa sakitnya sakaratul maut ini."
Nada yang perlahan Rasulullah mengaduh.Fatimah terpejam.Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memaling muka.
"Jijikkah kau melihatku?hingga kau palingkan wajahmu dari wajahku Jibril?"Tanya Rasulullah kepada Jibril.
"Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah di akhir akhir ajalnya."kata Jibril.


Sebentar kemudian terdengar suara Rasulullah menahan kesakitan yang tidak tertahan.
"Ya Allah,dahsyat nian maut ini,timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku,jangan kepada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin,kaki dan dadanya tidak bergerak lagi.Bibirnya bergetar seakan ingin membisikkan sesuatu,Ali segera mendekatkan telinganya di bibir Rasulullah.
"Uuushiikom bissolati wa maa malakat aimanukom,peliharalah solat dan peliharalah orang orang yang lemah antara kamu semua."
Diluar pintu tangis mulai kedengaran bersahutan.Fatimah menutupkan tangan di wajahnya,dan Ali mendekati telinganya di bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummati...ummati...ummati..,umatku...umatku..unatku.."
Berakhirlah hidup seorang manusia yang paling mulia yang memberi sinaran di seluruh dunia.
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa sallim 'alaihi



No comments:

Post a Comment